25.7 C
Manokwari
Selasa, Agustus 6, 2024
25.7 C
Manokwari
More

    Disparekraf Papua Barat Daya Dorong Pengurangan Jejak Karbon di Destinasi Wisata

    Published on

    WhatsApp

    SORONG, LinkPapua.com - Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Papua Barat Daya, Yusdi Lamatenggo, menyebut jejak karbon telah menjadi isu global yang semakin mendesak di era modern ini. Perubahan iklim yang signifikan dan dampaknya yang merugikan telah memaksa berbagai pihak untuk mengambil langkah konkret dalam mengurangi emisi karbon.

    Menurutnya, meskipun perubahan sistemik diperlukan di berbagai sektor, tindakan individu juga memegang peranan penting. Yusdi menekankan pentingnya langkah individu dalam mengurangi emisi karbon.

    “Tindakan yang kita lakukan nantinya sangat berperan penting dalam mengurangi dampak emisi karbon,” ujarnya saat ditemui LinkPapua.com di ruang kerjanya, Selasa (16/7/2024).

    Baca juga:  Penyegaran Organisasi, 3 Perwira Polresta Manokwari Dimutasi

    Yusdi menuturkan langkah penting dalam mengurangi jejak karbon harian dapat dilakukan dengan menerapkan strategi pengurangan emisi karbon di sektor pariwisata, terutama di daerah wisata terkenal, seperti Raja Ampat, Tambrauw, Maibrat, dan kabupaten lainnya di Papua Barat Daya.

    “Pencegahan dampak negatif dari perubahan iklim harus dimulai dengan mengantisipasi isu global ini melalui informasi yang tepat. Untuk mengurangi dampak negatif dari perubahan iklim, kita perlu mengurangi emisi karbon dioksida, yang dapat dicapai melalui promosi sumber energi terbarukan, peningkatan efisiensi energi, dan pengurangan deforestasi,” katanya.

    Baca juga:  Pencairan Gaji Ke-13 ASN Dimulai 5 Juni 2023

    Yusdi menjelaskan beberapa upaya konkret yang dapat dilakukan untuk mengurangi emisi karbon di daerah wisata di Papua Barat Daya. Pertama, penanaman bibit mangrove dan karang lokal.

    “Masyarakat lokal akan didorong untuk menyiapkan bibit mangrove atau karang lokal yang dapat dijual kepada pengunjung. Sebelum pulang, pengunjung diharuskan menanam bibit tersebut untuk mencegah dampak negatif di daerah wisata yang mereka kunjungi,” tuturnya.

    Kedua, penanaman mangrove. Penanaman mangrove di spot wisata dan lahan tidak produktif lainnya dapat membantu menyerap karbon di atmosfer dan mengurangi emisi karbon.

    Baca juga:  Kompleks KLK Jadi 'Gudang', DPRD Manokwari Minta Dikosongkan

    “Mangrove memiliki potensi besar untuk menyerap karbon,” ucapnya.

    Ketiga, edukasi dan kesadaran lingkungan. Pemerintah, kata dia, akan melakukan kampanye edukasi tentang dampak perubahan iklim dan pentingnya pengurangan emisi karbon kepada masyarakat.

    “Langkah-langkah ini penting untuk menyesuaikan diri dengan perubahan iklim, seperti berinvestasi dalam infrastruktur yang dapat bertahan dalam peristiwa cuaca ekstrem dan menerapkan kebijakan yang melindungi populasi rentan,” bebernya. (LP10/red)

    WhatsApp

    Latest articles

    Pj Gubernur Ali Baham Pamer Capaian 2023: Realisasi Pendapatan Tembus Rp7,8...

    0
    MANOKWARI, Linkpapua.com - Pj Gubernur Papua Barat Ali Baham Temongmere mengatakan, realisasi Pendapatan Daerah Provinsi Papua Barat 2023 mengalami kenaikan Rp7,836 triliun atau tumbuh...

    More like this

    Pj Gubernur Ali Baham Pamer Capaian 2023: Realisasi Pendapatan Tembus Rp7,8 T, PAD Lampaui Target

    MANOKWARI, Linkpapua.com - Pj Gubernur Papua Barat Ali Baham Temongmere mengatakan, realisasi Pendapatan Daerah...

    Pertumbuhan Ekonomi Papua Barat Triwulan II Tahun 2024 Tumbuh Impresif

    MANOKWARI, Linkpapua.com- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Provinsi Papua Barat pada triwulan II...

    Simulasi Sispamkota Pilkada 2024: Polres Bintuni Siapkan Penyelamatan Sandera

    TELUK BINTUNI,LinkPapua.Com - Polres Teluk Bintuni menggelar simulasi Sistem Keamanan Perkotaan (Sispamkota) Pilkada 2024....