26 C
Manokwari
Sabtu, Agustus 10, 2024
26 C
Manokwari
More

    Ali Baham Minta jangan Bergantung pada Beras: Ada Petatas, Keladi, Kasbi dan Sagu.

    Published on

    WhatsApp

    MANOKWARI, linkpapua. com- Pj Gubernur Papua Barat Ali Baham Temongmere mengatakan, masyarakat Papua Barat harus belajar mengubah pola pikir dalam menyikapi krisis pangan. Salah satunya dengan menjadikan pangan-pangan lokal sebagai konsumsi utama.

    Hal ini disampaikan Ali Baham saat memimpin apel perdana ASN di Kantor Gubernur PB, Senin (6/11/2023).

    “Karena itu OPD terkait saya minta agar dipastikan kita mengurangi ketergantungan pada beras. Lahan produksi padi semakin sempit. Bisa sebabkan kelaparan. Tapi kita punya pangan lokal yang bisa dikembangkan,” ujar Ali Baham.

    Ali mengemukakan, mulai saat ini akan dilakukan gerakan ketahanan pangan lokal. Di mana ketergantungan pada beras akan dikurangi. Program ini kata Ali harus benar-benar fokus.

    Baca juga:  Anggota TNI Korban Penggandaan Kredit Tersebar di Berbagai Daerah, Kejati PB Sebar Penyidik

    “Jangan sampai gagal. Mau bantu saya kah tidak? Ubah minset kalau makan keladi dan petatas orang kampung, harus diubah. Mulai hari ini makan-makan di acara resmi di kabupaten atau provinsi, ganti nasi dengan petatas, keladi, kasbi, sagu rebus dan lain-lain. Beli dari Pasar Wosi dan sekitarnya. Mau makan nasi pulang ke rumah masing-masing sana,” ujar Ali Baham.

    Ali Baham menegaskan akan segera menganggarkan lewat Biro Umum agar program pemberlakuan olahan bahan lokal sebagai makanan di setiap agenda resmi pemprov dan kabupaten bisa terealisasi.

    Baca juga:  KNPI Papua Barat Siap Gelar Musda Maret Nanti

    Ali lalu bercerita saat jalan-jalan ke Pasar Wosi. Kata dia waktu itu ada keladi tumbuk dan melihat banyak makanan lokal yang dijual tapi tak diminati warga.

    “Nah ini yang akan kita ubah. Pangan lokal harus jadi konsumsi utama kita,” katanya.

    Menurutnya, program ini juga akan didukung program subsidi transportasi bagi masyarakat penjual bahan lokal dari Kabupaten Arfak ke Manokwari. Sebab yang menjadi problem selama ini adalah biaya transportasi yang mahal dibandingkan dengan harga jual.

    “Gerakan pangan lokal ini mudah-Mudahan keladi, petatas, dan kasi di pasar habis terus. Dengan demikian petani akan lebih giat bertanam termasuk dalam lahan pekarangan,” terang Ali Baham.

    Baca juga:  Beri Catatan, Kemendagri Puji Kinerja Pj Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw

    Ali juga mendorong olahan pangan dibuat lebih menarik agar diminati warga.

    “Segera konsultasi dengan ahli kuliner olah bahan lokal menjadi kuliner yang menarik bagi konsumen. Dibuat festival kuliner,” pintanya.

    Selanjutnya, Ali menegaskan akan melaksanakan secara serius apa yang menjadi arahan Mendagri kepadanya.

    “Saya harus memastikan semua proses di KPU dimonitor dengan baik. Hal-hal yang diperlukan akan dibahas bersama termasuk aparat keamanan,” katanya. (LP1-red)

    WhatsApp

    Latest articles

    Konsolidasi Relawan-Parpol Koalisi di Distrik Bintuni, ‘Yo Join Menang’ Menggema

    0
    TELUK BINTUNI, LinkPapua.com- Pasangan Yohanis Manibuy - Joko Lingara (Yo Join) melakukan konsolidasi relawan dan parpol koalisi di Kampung Lama, Kelurahan Bintuni Timur, Distrik...

    More like this

    Konsolidasi Relawan-Parpol Koalisi di Distrik Bintuni, ‘Yo Join Menang’ Menggema

    TELUK BINTUNI, LinkPapua.com- Pasangan Yohanis Manibuy - Joko Lingara (Yo Join) melakukan konsolidasi relawan...

    Kejari Teluk Bintuni Wanti-wanti Aparat Kampung Jaga Netralitas di Pilkada

    TELUK BINTUNI,LinkPapua.com- Kejaksaan Negeri Teluk Bintuni mengingatkan kepala kampung agar menjaga netralitas di Pilkada...

    Kunjungan Kerja ke Wondama, Isir Marathon Bertemu Penyelenggara Pilkada dan Tokoh Masyarakat

    MANOKWARI, Linkpapua.com- Kapolda Papua Barat, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P., bersama pejabat...